About my Blog

But I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born and I will give you a complete account of the system, and expound the actual teachings of the great explorer of the truth, the master-builder of human happiness. No one rejects, dislikes, or avoids pleasure itself, because it is pleasure, but because those who do not know how to pursue pleasure rationally encounter consequences that are extremely painful. Nor again is there anyone who loves or pursues or desires to obtain pain

Selasa, 23 Februari 2010

Sore ini...Aku dan Hujan...

Mungkin hujan tak bisa bicara…atau kuajak bercerita…
Karena dia memang hanyalah bola air yang mengalir dengan instruksi sang Maha Daya…
Tapi kuyakin dia menyaksikan semuanya…
Aku di sini memandanginya…mendengar deras suara alirannya…menghirup dalam baunya yang basah…
Hal bodoh yang ingin kulakukan adalah memberitahu si hujan bahwa aku kesepian…
Setidaknya memandang hujan membuat rasa sepiku berkurang…
Hujan berhenti bernyanyi…
Tik..tik…bola air berubah menjadi titik-titik…
Aku masih disini, belum mau pergi, masih ingin membagi sepi dengan si hujan…
Sebagian titik bersemayam di permukaan rumput hijau. Kutatap rumput hijau sekilas. Aku tau si rumput hijau sedang tersenyum geli melihat wajah bodohku waktu menatap hujan.
Tapi aku tak peduli…karena memang hal bodoh yang ingin kulakukan hanya memberi tahu si hujan bahwa aku kesepian dan setidaknya memandang hujan membuat rasa sepiku berkurang.