...dia tanya...
...ngapain saya sendiri di sini?
...saya jawab dengan pertanyaan lagi---karena memang saya paling ahli menjawab pertanyaan dengan pertanyaan...haha
...memangnya ada apa kalo saya sendiri di sini? ada yang salah dengan kesendirian saya?----tap!!! dua pertanyaan untuk menjawab satu pertanyaan yang pada "kemudiannya" pasti dia yang mengakhirinya dengan menjawab saya tanpa "pertanyaan" tentunya. Karena tadi dia lupa kalau saya lebih jago soal tanya-tanya...
...oh...cuma nanya aja--- Jawabnya singkat.
...saya tersenyum...bingung senyumnya kenapa...puas karena akhirnya dia tak tanya-tanya lagi saya sendiri atau memang senang karena kenyataannya saya lebih jago dalam bertanya...
...kenapa tak cari teman...supaya tak sendiri? ...----aaah, ternyata dia sudah buat list pertanyaan berikutnya.
...belum ketemu orang yang tepat untuk membuat saya berdecak "saya pengen ditemani".
..."oooh...kok bisa?....kan banyak yang seru di sana,,,kamu tak kesepian?---sialan! mulutnya tak bisa diam rupanya.
...memangnya tau darimana kamu kalau sendiri itu kesepian?----tanya saya sambil menentangnya atau ,,...tepatnya pernyataan yang mendefinisikan dengan jelas suatu kenyataan
...karena saya juga sendirian----dia tersenyum.
...oh.----jawab saya sekenanya.
...saya boleh duduk di sini?---pertanyaan terakhir sepertinya.
...silahkan-----saya meliriknya dari balik buku. Dia memesan segelas kopi susu.
...bukunya bagus...covernya oke. saya jadi penasaran liat bukunya,,,itu tentang apa yah?---tanyanya lagi.
...saya langsung menutup buku---dia mendehem....
...kalo tak bisa tantang bukunya tentang orangnya juga boleh---dia tersenyum...
...orangnya masih sendir, i---jawab saya singkat sambil tersenyum simpul sambil menunggu pertanyaan selanjutnya.

