About my Blog

But I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born and I will give you a complete account of the system, and expound the actual teachings of the great explorer of the truth, the master-builder of human happiness. No one rejects, dislikes, or avoids pleasure itself, because it is pleasure, but because those who do not know how to pursue pleasure rationally encounter consequences that are extremely painful. Nor again is there anyone who loves or pursues or desires to obtain pain

Kamis, 15 April 2010

ChocoHeart Cookies...

...dia tanya...

...ngapain saya sendiri di sini?

...saya jawab dengan pertanyaan lagi---karena memang saya paling ahli menjawab pertanyaan dengan pertanyaan...haha

...memangnya ada apa kalo saya sendiri di sini? ada yang salah dengan kesendirian saya?----tap!!! dua pertanyaan untuk menjawab satu pertanyaan yang pada "kemudiannya" pasti dia yang mengakhirinya dengan menjawab saya tanpa "pertanyaan" tentunya. Karena tadi dia lupa kalau saya lebih jago soal tanya-tanya...

...oh...cuma nanya aja--- Jawabnya singkat.

...saya tersenyum...bingung senyumnya kenapa...puas karena akhirnya dia tak tanya-tanya lagi saya sendiri atau memang senang karena kenyataannya saya lebih jago dalam bertanya...

...kenapa tak cari teman...supaya tak sendiri? ...----aaah, ternyata dia sudah buat list pertanyaan berikutnya.

...belum ketemu orang yang tepat untuk membuat saya berdecak "saya pengen ditemani".

..."oooh...kok bisa?....kan banyak yang seru di sana,,,kamu tak kesepian?---sialan! mulutnya tak bisa diam rupanya.

...memangnya tau darimana kamu kalau sendiri itu kesepian?----tanya saya sambil menentangnya atau ,,...tepatnya pernyataan yang mendefinisikan dengan jelas suatu kenyataan

...karena saya juga sendirian----dia tersenyum.

...oh.----jawab saya sekenanya.

...saya boleh duduk di sini?---pertanyaan terakhir sepertinya.

...silahkan-----saya meliriknya dari balik buku. Dia memesan segelas kopi susu.

...bukunya bagus...covernya oke. saya jadi penasaran liat bukunya,,,itu tentang apa yah?---tanyanya lagi.

...saya langsung menutup buku---dia mendehem....

...kalo tak bisa tantang bukunya tentang orangnya juga boleh---dia tersenyum...

...orangnya masih sendir, i---jawab saya singkat sambil tersenyum simpul sambil menunggu pertanyaan selanjutnya.