About my Blog

But I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born and I will give you a complete account of the system, and expound the actual teachings of the great explorer of the truth, the master-builder of human happiness. No one rejects, dislikes, or avoids pleasure itself, because it is pleasure, but because those who do not know how to pursue pleasure rationally encounter consequences that are extremely painful. Nor again is there anyone who loves or pursues or desires to obtain pain

Rabu, 21 April 2010

Melukis isi hati dengan kata...

Aku selalu menulis apa yang ingin kutulis.
Tak pernah dan [sebaiknya tak usah] memikirkan apa jenis yang kutulis. Entah prosa, entah puisi , entah cerpen, entah himpunan huruf-huruf tak bermakna sekalipun.
Yang kutau aku menulis apa yang ada di kepalaku, di hatiku dan kutulis dengan sebersit gelora yang menari dalam jiwaku.
Tak banyak yang kuinginkan…hanya sebuah pelampiasan rasa, jati diri dan ekspresi imajinasi.
Karena aku sendiri tak [terlalu] menginginkan gelar sebagai seorang penulis, penyair atau apalah yang sejenis dengan nama-nama itu.
Karena aku tak banyak menghabiskan waktu untuk sekedar merangkai kata-kata indah…dan memikirkan aturan-aturan penulisannya.
Ini saja…kata-kata ini saja….sudah cukup…sudah bermakna…sudah berasa dan aku menikmatinya.