Aku selalu menulis apa yang ingin kutulis.
Tak pernah dan [sebaiknya tak usah] memikirkan apa jenis yang kutulis. Entah prosa, entah puisi , entah cerpen, entah himpunan huruf-huruf tak bermakna sekalipun.
Yang kutau aku menulis apa yang ada di kepalaku, di hatiku dan kutulis dengan sebersit gelora yang menari dalam jiwaku.
Tak banyak yang kuinginkan…hanya sebuah pelampiasan rasa, jati diri dan ekspresi imajinasi.
Karena aku sendiri tak [terlalu] menginginkan gelar sebagai seorang penulis, penyair atau apalah yang sejenis dengan nama-nama itu.
Karena aku tak banyak menghabiskan waktu untuk sekedar merangkai kata-kata indah…dan memikirkan aturan-aturan penulisannya.
Ini saja…kata-kata ini saja….sudah cukup…sudah bermakna…sudah berasa dan aku menikmatinya.

