Seeeeeeerrrrrrrrt….
Desiran itu menyapu habis seluruh raga saya saat mata saya dan matanya beradu.
Dug!!!
Pukulan hebat menendang jantung saya…berhenti berdetak sejenak. Saya diam. Bodoh. Tak tau harus melakukan apa. Frezz! Pose beku!
Sekilas…pertama kali….tak sampai tiga detik kami bertatapan. Saya belum mengenalnya. Dia juga belum mengenal saya. Kami tak pernah saling tau. Bukan teman fesbuk…bukan pula teman sepermainan, apalagi teman dekat. Namanya saja saya tak tahu…
Tiga kali saya berpapasan dengannya dalam dua jam.
Dan semua berawal saat dia tersenyum pada saya. (yah? Senyumnya!!)
“Gubrakkkkkzzz!!!”…hampir saya hilang keseimbangan. oh…oh…oh…saya menyesal atau senang. Bingung saya!
Saya bukan yang tercantik malam itu. Tapi saya au dia memperhatikan saya ---- dan saya juga memperhatikannya, makanya saya tahu dia curi-curi pandang pada saya.
Sayangnya, saya tak sempat tau siapa namanya. Saya terburu-buru. Tak enak badan. Mungkin kelelahan.
Yah, mungkin ini lebih baik. Karena waktu itu…melihat dia tersenyum saja jantung saya berhenti berdetak dan tubuh saya mendadak beku. Apalagi jika harus berbicara padanya. Uhm…hiperbolis sedikit boleh yah…MUNGKIN SAYA BISA MATI BERDIRI.
Anyway, saya jadi mikir...lain kali sebelum pergi ke acara seperti ini saya harus menyimpan lebih banyak energi buat tubuh dan hati. Biar nanti, kalo ketemu dia lagi…saya bisa kuat dan tidak mati berdiri…hahahahaha.


