About my Blog

But I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born and I will give you a complete account of the system, and expound the actual teachings of the great explorer of the truth, the master-builder of human happiness. No one rejects, dislikes, or avoids pleasure itself, because it is pleasure, but because those who do not know how to pursue pleasure rationally encounter consequences that are extremely painful. Nor again is there anyone who loves or pursues or desires to obtain pain

Jumat, 28 Mei 2010

Uhm...Uhm...

Saya tersenyum...dia tersenyum...sumpah saya kangen
Tapi kangennya saya simpan dalam hati...jangan sampai ketauan kalau saya kangen...
Walaupun saya tau...dia pasti tau kalo saya kangen berat...
Saya juga tau...dia beneran kangen saya...
Hanya senyum...dan saling pandang...
Trus...dan...kemudian...ng
obrol sebentar...

Gak ada sesuatu yg spesial kok...tapi segalanya spesial...
Haaaa....
Melihatnya saja saya sudah senang...

Saya pusing...kikuk...
Bodoh!!!!--- otak saya memaki-maki---kenapa lo nggak ngambil kesempatan ini? kapan lagiiii?
Tapi sumpah...mulut saya terkunci...kami berdua ---eh, ramean malah---- cuma ngomong seadanya...senyum seadanya...tertawa seadanya...
Buat saya sih itu sudah cukup...daripada mengada-ngada dan diada-adakan...lebih baik ala kadarnya...a.k.a seadanya sebagaimana adanya
Cukup menandakan kalau saya masih ada...dia juga masih ada..

Setidaknya....beginilah saya dan dia adanya...hahaha

Sekali lagi...
Gak ada sesuatu yg spesial kok...tapi segalanya spesial...
Haaaa....
Melihatnya saja saya sudah senang...

Saya masih menunggu selanjutnya---apa yang akan ada...