About my Blog

But I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born and I will give you a complete account of the system, and expound the actual teachings of the great explorer of the truth, the master-builder of human happiness. No one rejects, dislikes, or avoids pleasure itself, because it is pleasure, but because those who do not know how to pursue pleasure rationally encounter consequences that are extremely painful. Nor again is there anyone who loves or pursues or desires to obtain pain

Jumat, 11 Juni 2010

Masih tetap…takkan pernah bosan… Dengan puisi tentang cinta...



Dari mana kumulai…darimana kuakhiri…
Jangan tanya itu lagi…sungguh…aku tak mengerti.
Namanya juga hati…
Hati itu tak bisa ditakar dengan sesuatu yang pasti.

Satu kamu…dua kamu…tiga kamu…
Jangan tanya lagi mengapa harus kamu…dan kamu lagi
Ada waktu, kamu dan rindu.
Karena waktu aku mengenalmu...
Karena kamu membuatku rindu…

Jika tak ada kamu, maka waktu tak berarti bagiku
Jika tak ada kamu, mungkin aku tak tahu apa itu rindu

Aku dalam diamku…
Masih di sini dengan sebuah hati yang berukir namamu…
Aku dengan rasaku…
Selalu di sini dengan segenap jiwa yang terpatri bayangmu

Saat aku berkata…ini cinta…
Sungguh ini lebih dari sekedar cinta…